Keynote Speakers

Prof. Matthew Isaac Cohen, Ph.D.

P1050214

sumber: royalholloway.ac.uk

Matthew Isaac Cohen merupakan seorang akademisi di bidang seni pertunjukan Asia Tenggara dan pertunjukan teater boneka seluruh dunia. Setelah menjalankan riset di ISI Surakarta mengenai wayang kulit, ia memperoleh gelar Ph. D. di bidang antropologi dari Yale University di Amerika, dan melanjutkan studi posdoktoralnya di International Institute for Asian Studies di Belanda. Beberapa terbitannya mencakup: The Komedie Stamboel: Popular Theater in Colonial Indonesia, 1891-1903 (2006; juara Harry J. Benda Prize in Southeast Asian Studies from the Association for Asian Studies in 2008) dan Performing Otherness: Java and Bali on International Stages, 1905-1952 (2010); sebagai editor: Demon Abduction: A Wayang Ritual Drama from West Java (1998) dan The Lontar Anthology of Indonesian Drama, Volume 1: Plays for the Popular Stage (2010); juga sejumlah artikel, esai, serta terjemahan. Ketertarikan akademisnya mencakup topik-topik terkait tradisi dalam modernitas, pemunculan bentuk-bentuk serta praktik-praktik artistik baru di situs-situs yang secara kultural sangat kompleks, dan representasi-representasi atas keberlainan serta pertunjukan-pertunjukan lintas-bangsa. Kini, selain mengajar di Royal Holloway University, London, ia sendiri juga mementaskan wayang kulit di bawah naungan kelompok Kanda Buwana, dan menjabat sebagai Chair of the Executive Committe of ASEASUK (kelompok di UK yang melakukan Studi Asia Tenggara) di samping kesibukannya sebagai editor serta konselor di institusi-institusi lain seperti UNIMA (International Puppetry Organization).

link Matthew Cohen

Dr. Sal Murgiyanto, M. A.

p28-a_56

sumber: thejakartapost.com

Sal Murgiyanto dikenal tak hanya sebagai seorang akademisi dan kritikus seni tari serta seni pertunjukan lain, namun juga mantan penari, pengajar, serta inisiator festival internasional di Indonesia. Seusai menyelesaikan studi S-1-nya di ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia), ia menempuh program MA tari di Universitas Colorado, dan kemudian melanjutkan studi PhD-nya di New York University. Sekembalinya ke Indonesia, ia sempat aktif mengajar di Institut Kesenian Jakarta dan Universitas Gadjah Mada. Pengalaman-pengalaman akademis maupun nonakademisnya banyak membentuk tema atau ketertarikan bidangnya yakni praktek tumpang-tindih di era pramodern, modern, serta pascamodern yang ditandai dengan pentingnya pluralisme dan toleransi; juga perspektif luas dalam penulisan beratus tulisan kritiknya.

Dr. G. R. Lono Lastoro Simatupang, M. A.

Sumber: tembi.net

sumber: tembi.net

Bertindak sebagai tuan rumah, Lono Simatupang merupakan staf pengajar sekaligus ketua program pasca-sarjana Pengkajian Seni Rupa dan Seni Pertunjukan di Universitas Gadjah Mada. Di sela-sela waktunya mengajar di jurusan Pengkajian Seni, ia juga mengajar di jurusan antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, di mana ia menyelesaikan studi S-1 yang mengawali perjalanan karir akademisnya ini. Dari situ, ia melanjutkan kuliah paskasarjananya ke Australia; untuk MA ditempuhnya di Monash University, sementara gelar PhD-nya diperoleh dari The University of Sydney. Ketertarikan studinya mencakup isu-isu seni pertunjukan dan perkembangan anak. Selain banyak mempublikasikan tulisan dan pemikirannya dalam makalah-makalah serta seminar, beberapa tulisannya sendiri telah dikompilasikan dalam terbitan Pergelaran: Sebuah Mozaik Penelitian Seni-Budaya (2013).

link Lono Simatupang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s